Permasalahan Sistem Antrian di Indonesia - Mesin Antrian Nakula Sadewa

Sistem Antrian di Indonesia

Mengantri adalah hal yang sangat sering dilakukan. Ketika pergi ke Bank, Rumah Sakit, Kantor Pajak atau kantor pelayanan lain, pasti akan ada proses antrian terlebih dahulu sebelum dilayani. Saat ini masih ada beberapa kantor pelayanan yang masih belum menggunakan sistem antrian otomatis, sehingga membuat lelah pelanggan. Kegiatan yang dapat dilakukan pada saat mengantri berdiripun sangat terbatas. Hal ini dirasa sangat membebani pelanggan yang berusia lanjut atau lansia. Lain halnya jika suatu instansi atau kantor sudah menggunakan mesin antrian, maka pelanggan dapat duduk, meskipun hanya sekedar bermain gadget, pelanggan lansia pun juga tidak lelah harus berdiri.

 Antrian Sandal di Kota Pasuruan

Permasalahan Sistem Antrian di Pasuruan

Antrian di Pasuruan

foto oleh : wartabromo

Pada bulan Juni 2018 heboh berita tentang sandal yang dipakai antri ketika pencairan dana Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) pada salah satu Bank di kota Pasuruan. Hal ini sangat tidak efektif, dikarenakan masih menggunakan sistem antrian manual, dan menggunakan sandal. Pelanggan menyampaikan bahwa penyebab membludaknya antrian karena nasabah bergelut dengan waktu. Ada juga pelanggan yang mengantri sewaktu subuh dan meninggalkan sandal sebagai yang berguna agar mereka tidak lelah berdiri karena antrian yang sangat panjang. Selain sandal, mereka juga menggunakan sepatu, tas,kardus, bahkan helm sebagai pengganti dalam mengantri. (Sumber: disini).

Dengan adanya kasus tersebut, seharusnya pihak pengelola terkait menggunakan mesin antrian agar sistematis dan tidak menimbulkan masalah antrian yang panjang. Pengelola dapat membuka kantor pelayanan lebih pagi agar pengambilan nomor dapat sesuai dengan kapasitas yang ada. Kemudian dibatasi jumlah pelanggan yang dapat mengambil nomor, seperti hanya 300 orang saja dengan pembagian waktu tertentu. Misalnya, jika mendapat nomor 1-100 maka dijadwalkan pada pukul pagi, nomor 101-200 pukul siang hari, dan selanjutnya. Pelanggan tidak perlu kerepotan untuk mengantri dan menghemat waktu, karena dapat menyesuaikan jam yang ditentukan. Mereka tidak perlu lagi membawa sandal, atau barang lainnya. Karena antrian sudah secara sistematis, dan tidak ada pelanggan lain yang dapat menyerobot.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *