Kerugian Miliaran Rupiah yang diakibatkan Antrian

mesin antrian online

Siapapun pasti pernah terjebak dalam antrian yang memaksa kita untuk menunggu, karena kita memang membutuhkan pelayanan tersebut. Banyak unit pelayanan yang membuat puluhan bahkan ratusan pengunjungnya mengantri untuk menunggu mendapatkan pelayanan. Siapa yang mengira antrian pelayanan tersebut berakibat kerugian yang mencapai miliaran rupiah setiap harinya.

Bagaimana bisa?

Team Nakula Sadewa telah mengunjungi unit-unit pelayanan pemerintah maupun non pemerintah hampir diseluruh Indonesia. Unit pelayanan memiliki permasalahan yang hampir sama, waktu tunggu terlalu lama berakibat pada ketidakpuasan pengunjung.

Selama ini unit-unit pelayanan berfokus pada percepatan pelayanan untuk menekan waktu tunggu. Berbagai macam tindakan telah dilakukan oleh unit-unit pelayanan seperti menambah operator pelayanan/customer service hingga memberlakukan pelayanan online. Untuk beberapa kasus berjalan dengan baik, namun untuk pelayanan yang membutuhkan tindakan seperti puskesmas, rumah sakit dan pelayanan yang membutuhan verifikasi tidak dapat berjalan baik. Akibatnya masyarakat harus datang untuk mendapatkan pelayanan.

Dari masyarakat yang antri untuk mendapatkan pelayanan ternyata ditemukan kerugian yang cukup besar setiap harinya. Jika kita ambil sample dalam pelayanan kesehatan khususnya antrian dalam rumah sakit, dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia memiliki 2813 rumah sakit pada tahun 2018. Jika dalam satu rumah sakit terdapat antrian sebanyak 200 pasien, maka total akan ada 562.600 pasien setiap harinya yang terjebak antrian. Rata-rata pendapatan masyarakat Indonesia adalah Rp 10.000 per jam, jika diasumsikan per orang menunggu 1 jam maka ada kerugian sebesar Rp 5.626.000.000 setiap harinya.

Nilai tersebut merupakan nilai minimum dalam satu bidang pelayanan, kita belum berbicara pada faskes tingkat pertama seperti puskesmas dan unit pelayanan lain milik pemerintah maupun swasta.

Problem paling utama ada waktu tunggu yang terbuang sia-sia. Pengunjung harus menunggu di ruang yang telah disediakan dimana terdapat LCD TV dan speaker untuk memberitahu setiap nomor yang dipanggil. Para pengunjung kawatir jika meninggalkan ruang tunggu mereka tidak mengetahui jika dipanggil.

END Que memberikan jawaban untuk permasalahan diatas, sebagai mesin antrian yang telah diimplementasikan diseluruh Indonesia hari ini mengambil langkah besar untuk mengintegrasikan seluruh mesin antriannya.

Merubah konsep lama fisrt come, first served menjadi come to served. END Que membuat pengunjung tidak harus menunggu lama di ruang tunggu tanpa kekawatiran nomor antriannya terlewati. END Que akan memberitahu pengunjung jika nomor antriannya akan dilayani dalam waktu dekat.

Nakula Sadewa
Nakula Sadewa
Mesin antrian kami digunakan hampir di seluruh Indonesia, yang terintegrasi secara online. Mendukung banyak unit pelayanan swasta maupun pemerintahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *