Windows Server 2025 hadir sebagai evolusi signifikan dari pendahulunya, Windows Server 2022, yang telah menjadi fondasi yang kokoh bagi banyak pusat data. Lantas apa saja perbedaan windows server 2022 dengan windows server 2025 ? Perbedaan utama berpusat pada tiga pilar: peningkatan keamanan yang jauh lebih mendalam, integrasi Hybrid Cloud yang lebih mulus dan terotomasi, serta kinerja dan skalabilitas untuk beban kerja modern yang kian berat, termasuk dukungan yang lebih baik untuk Artificial Intelligence (AI).
Bagi perusahaan dan administrator TI di Indonesia, memahami lonjakan fitur ini krusial untuk keputusan upgrade infrastruktur yang tepat.
Windows Server 2022 sudah memperkenalkan konsep Secured-core Server, yang melindungi pada tingkat hardware, firmware, dan OS, memberikan dasar keamanan yang kuat. Namun, Windows Server 2025 melangkah lebih jauh dengan menerapkan arsitektur Zero-Trust (Nol Kepercayaan) secara lebih komprehensif.
Peningkatan Keamanan dan Perlindungan Data (Long-tail)
Fitur keamanan di Windows Server 2025 diperkuat untuk menghadapi ancaman siber yang semakin canggih. Salah satu peningkatan penting adalah pada Active Directory (AD) generasi berikutnya. AD di Server 2025 menawarkan peningkatan keamanan dan skalabilitas, termasuk kemampuan untuk memperbaiki objek dengan atribut inti yang hilang. Selain itu, Windows Local Administrator Password Solution (LAPS) kini didukung penuh dengan fitur baru seperti manajemen akun otomatis dan deteksi pemutaran kembali gambar (image rollback detection), yang sangat vital dalam mencegah peretasan melalui akun lokal yang rentan.
Perbedaan Windows Server 2022 dengan Windows Server 2025: Lonjakan Infrastruktur Hybrid dan Keamanan Tingkat Lanjut
Windows Server 2025 hadir sebagai evolusi signifikan dari pendahulunya, Windows Server 2022, yang telah menjadi fondasi yang kokoh bagi banyak pusat data. Perbedaan utama berpusat pada tiga pilar: peningkatan keamanan yang jauh lebih mendalam, integrasi Hybrid Cloud yang lebih mulus dan terotomasi, serta kinerja dan skalabilitas untuk beban kerja modern yang kian berat, termasuk dukungan yang lebih baik untuk Artificial Intelligence (AI). Bagi perusahaan dan administrator TI di Indonesia, memahami lonjakan fitur ini krusial untuk keputusan upgrade infrastruktur yang tepat.
Baca Juga : Apa Perbedaan Windows Server Dengan Windows Biasa ?
Keamanan: Dari Inti Terjamin Menuju Arsitektur Nol Kepercayaan
Windows Server 2022 sudah memperkenalkan konsep Secured-core Server, yang melindungi pada tingkat hardware, firmware, dan OS, memberikan dasar keamanan yang kuat. Namun, Windows Server 2025 melangkah lebih jauh dengan menerapkan arsitektur Zero-Trust (Nol Kepercayaan) secara lebih komprehensif.
Peningkatan Keamanan dan Perlindungan Data
Fitur keamanan di Windows Server 2025 diperkuat untuk menghadapi ancaman siber yang semakin canggih. Salah satu peningkatan penting adalah pada Active Directory (AD) generasi berikutnya. AD di Server 2025 menawarkan peningkatan keamanan dan skalabilitas, termasuk kemampuan untuk memperbaiki objek dengan atribut inti yang hilang. Selain itu, Windows Local Administrator Password Solution (LAPS) kini didukung penuh dengan fitur baru seperti manajemen akun otomatis dan deteksi pemutaran kembali gambar (image rollback detection), yang sangat vital dalam mencegah peretasan melalui akun lokal yang rentan.
Integrasi Hybrid Cloud: Menjembatani Pusat Data Lokal dan Azure
Di era komputasi hybrid, kemampuan untuk menjembatani infrastruktur lokal dengan layanan cloud menjadi kunci. Windows Server 2022 memang sudah fokus pada skenario hybrid dengan integrasi Azure, namun Windows Server 2025 menyederhanakan operasi cloud-native dan integrasi Azure secara lebih mendalam.
Meningkatkan Konektivitas dan Otomatisasi dengan Azure
Windows Server 2025 memperkuat kolaborasi dengan layanan Azure, terutama melalui Azure Arc, memungkinkan administrasi, tata kelola, dan keamanan yang konsisten di lingkungan lokal dan cloud. Fitur unggulan yang sebelumnya hanya tersedia untuk edisi Azure, seperti Hotpatching, kini didorong untuk tersedia secara lebih luas, memungkinkan pembaruan keamanan tanpa perlu reboot server, yang secara dramatis mengurangi downtime—sebuah aspek yang sangat dihargai dalam operasional server di Indonesia. Selain itu, kemampuan nirkabel untuk edge deployment juga ditingkatkan, dengan fitur Wireless LAN Service yang diinstal secara default.
Kinerja dan Skalabilitas: Siap untuk Beban Kerja Masa Depan
Dalam hal kinerja, kedua versi menjanjikan dukungan yang kuat untuk aplikasi skala besar, tetapi Server 2025 mendorong batasnya.
Inovasi Kinerja Penyimpanan dan Virtualisasi
Windows Server 2025 memperkenalkan penyempurnaan signifikan dalam kinerja penyimpanan dan virtualisasi. Sistem operasi ini mengoptimalkan kinerja penyimpanan dengan mengintegrasikan teknologi NVMe secara lebih efisien, menghasilkan peningkatan IOPS (Input/Output Operations Per Second) yang substansial.
Hal ini menjadikan Server 2025 platform yang lebih unggul untuk beban kerja intensif data seperti SQL Server. Di sisi virtualisasi, penyempurnaan pada Hyper-V dan dukungan yang diperluas untuk mesin virtual memungkinkan skalabilitas yang lebih besar dan manajemen sumber daya yang lebih baik, termasuk partisi GPU untuk inferensi di perangkat edge. Selain itu, Server 2025 lebih siap untuk beban kerja berat AI dan Machine Learning (ML) dibandingkan pendahulunya.
Manajemen dan Pengalaman Pengguna
Perbedaan lain terlihat pada sisi manajemen dan pengalaman pengguna. Windows Server 2025 menghadirkan antarmuka pengguna yang lebih modern, bahkan mengadopsi elemen desain Windows 11 seperti di Task Manager. Perubahan ini, meskipun kosmetik, bertujuan untuk memberikan pengalaman yang lebih lancar dan efisien bagi para administrator. Beberapa fitur lawas seperti Peer Name Resolution Protocol (PNRP) dan SMTP Server juga resmi dihapus di Server 2025, menandakan pergeseran menuju solusi modern berbasis cloud.
Kesimpulan
Secara ringkas, Windows Server 2025 adalah lompatan ke depan yang dirancang untuk lingkungan IT hybrid modern. Sementara Windows Server 2022 tetap menjadi pilihan yang solid, Server 2025 menawarkan landasan yang lebih tangguh, lebih aman dengan filosofi Zero-Trust, dan jauh lebih siap untuk tantangan komputasi masa depan, terutama dalam hal integrasi Azure, Hotpatching yang lebih luas, dan dukungan kinerja AI/ML.





