Analisa Masalah dan Solusi Demo Angkutan Umum

Analisa Masalah dan Solusi Demo Angkutan Umum di Malang Berdasarkan Analisa Pasar

Mesin Antrian dan IKM Kantor Imigrasi Kelas II Sumbawa Besar
Mesin Antrian dan IKM Kantor Imigrasi Kelas II Sumbawa Besar
September 14, 2016
Mesin Antrian END Que 2 DPPKAD Tanjungpinang
Juli 11, 2017
Show all

Analisa Masalah dan Solusi Demo Angkutan Umum di Malang Berdasarkan Analisa Pasar

Malang. Sejak tanggal 6 Maret kemarin sampai artikel ini diterbitkan angkutan umum di Malang masih melakukan mogok mengangkut penumpang. Hal ini terjadi setelah munculnya angkutan online di Malang, para supir angkutan umum merasa pendapatan mereka berkurang.

Demo yang dilakukan oleh supir angkutan umum ini mengakibatkan banyak penumpang terlantar, memaksa pemkot dibantu dengan satpol PP, Polisi dan TNI menurunkan armada mereka untuk memberikan tumpangan kepada masyarakat. Tidak tinggal diam masyarakat Malang ikut turun menjadi relawan, mulai dari yang memiliki sepeda motor sampai komunitas Hiace Malang turut andil.

Berikut beberapa analisa kami dari salah satu team Nakula Sadewa terkait angkutan umum dan kenapa masyarakat banyak beralih ke angkutan online:

  1. Waiting time, calon penumpang angkutan umum harus menunggu dipinggir jalan tanpa mengetahui berapa lama lagi angkutan umum akan lewat. Jelas keberadaan waiting time bagi konsumen sangat tidak nyaman. Seperti ketika kita menyatakan perasaan kepada perempuan  dan dia jawab “Dijalani aja”, tanpa ada kepastian kapan diterima.
    Waiting time angkutan online, masih tetap ada tapi ada estimasi menunggu yang diperkirakan sendiri oleh calon penumpang itu sendiri. Waktu tunggu diketahui dari map aplikasi, dimana calon penumpang mengetahui posisi angkutan umum yang dia pesan.
  2. Ngetam dan kecepatan, kebanyakan angkutan umum tidak hanya di Malang ternyata masih sering melakukan ini dengan alasan menunggu penumpang. Selain karena macetnya Malang. Ternyata tanpa adanya kemacetan angkutan umum masih berjalan lambat, karena sambil melihat ke kanan kiri untuk mencari penumpang. Tanpa peduli penumpang yang sudah didalam angkutan umum sedang terburu-buru atau tidak.
    Angkutan online tidak ngetam, mereka tidak mencari penumpang lagi (sedikit berbeda dengan uber pool). Angkutan umum jelas harus mencari penumpang.
  3. Informasi mengenai keberadaan dan jalur angkutan umum, semua mengetahui bahwa Malang adalah kota pendidikan di Jawa Timur, dipenuhi pendatang yang kebanyakan Mahasiswa. Tapi sosialisasi untuk jalur trayek setiap angkutan umum masih sangat jarang ditemui. Berapa banyak mahasiswa yang mengetahui trayek angkutan umum, silahkan di survey dipastikan sangat rendah. Apalagi untuk mahasiswa dari luar kota.
    Calon penumpang angkutan online, mereka mengetahui armada yang tersedia disekitar mereka.
  4. Harga, ini tidak seharusnya menjadi alasan angkutan umum untuk berdemo. Jelas harga angkutan umum (bukan taksi) menang, karena selama didalam jalur trayek harga dipukul rata Rp 5.000, sejauh apapun. Semisal untuk angkutan umum Landungsari ke Arjosari, kalau pun berhenti di tengah jalan atau turun di Arjosari harga masih sama.Harga angkutan online, berdasarkan pada berapa kilometer. Dan harga ini ternyata tidak tetap, begitu permintaan naik harga perkilometer akan naik secara otomatis.
    Lalu kenapa orang memilih angkutan online padahal harga lebih mahal? Tidak semua konsumen mempermasalahkan harga, karena mereka memiliki dompet yang lebih tebal dan siap membeli fasilitas (kecepatan, kenyamanan, kepastian dll) yang tidak didapatkan di fasilitas angkutan umum. Ini adalah alasan kenapa iPhone masih laku padahal Android lebih terjangkau, kenapa hotel bintang 5 masih laku padahal jika kita tidur saja hotel bintang 1 juga bisa, kenapa mobil Fortuner masih laku padahal untuk 6 orang Avanza masih cukup.
  5. Service, banyak sopir angkutan umum tidak bisa dikritik. Berbeda dengan angkutan online, kita bisa memberikan komplain lewat aplikasi kepada penyedia sehingga hukuman ditentukan oleh pihak penyedia aplikasi.

Masalah diatas adalah yang kami tangkap berdasarkan isue yang ada di sosial media dan pengalaman pribadi, sehingga beberapa adalah pandangan atau pendapat secara subjektif. Dari masalah-masalah diatas kita coba cari solusinya bersama-sama, tapi sebelumnya kami akan mencoba menawarkan sebuah ide. Mau tidak mau angkutan umum juga harus ikut perkembangan teknologi, perlu dikembangkan sebuah aplikasi android yang akan menyelesaikan masalah-masalah diatas, dengan fitur-fitur sebagai berikut:

  1. Information, menampilkan informasi terkait jalur trayek masing-masing angkutan umum, dan harga pasti dari sebuah fasilitas.
  2. Tracking, fungsi ini akan menjawab persoalan pada point 1 dan 3. Tracking akan memberikan informasi kepada calon  penumpang yang memiliki aplikasi android untuk mengetahui posisi angkot yang akan lewat disekitar mereka atau yang paling dekat.
  3. Booking, hal ini jelas akan mengejutkan penyedia jasa angkutan umum online, ternyata bisa booking angkutan umum. Sistemnya sangat mudah, melalui android calon penumpang akan mengetahui angkutan umum yang mengarah ke lokasinya. Dia akan menekan profil angkutan umum tersebut dan melakukan SMS ke nomor yang tersedia untuk memberikan informasi lokasinya. Sehingga sopir angkutan umum akan mengetahui lokasi calon penumpangnya. Ini akan mengurangi angkutan umum untuk melakukan pemberhentian mendadak. Kalaupun terlewati, tidak menjadi masalah tinggal dilihat seberapa jauh angkutan umum selanjutnya yang akan lewat.
  4. Service, melalui aplikasi ini jelas para penumpang bisa memberikan penilaian, kritik, bahkan pujian yang akan tersambung kepada si pemilik angkutan umum dan dinas terkait. Jelas ini menjadi langkah menarik untuk bersama-sama kita meningkatkan kualitas pelayanan angkutan umum di Indonesia.

Untuk menjadi lebih baik jelas tidak mudah, untuk membuat sistem diatas akan ada banyak pengorbanan dan modal yang tidak sedikit. Pertama, jika memungkin kan penyedia aplikasi ini ada pemerintah kota melalui dinas perhubungan karena terkait undang-undang bahwa aplikasi online yang mengelola angkutan umum tidak diperbolehkan dari pihak swasta. Kedua, pemilik angkot terkadang bukan sopirnya harus mengeluarkan modal menyediakan hp android yang selanjutnya terdaftar di dishub sesuai dengan nomor kendaraan dan identitas kendaraan untuk mengurangi kecurangan dan penyalahgunaan. Ketiga, sopir didampingi kenek/kernet untuk mengoperasikan smart phone android dan merespon SMS dari calon penumpang. Sangat berbahaya jika sopir harus mengoperasikan smart phone dengan mengemudi. Keempat, angkutan umum bersedia dilatih untuk memberikan pelayanan lebih baik kepada calon penumpang, waktunya angkutan umum memanjakan penumpang sebagai konsumen mereka.

2 Comments

  1. Wong awam ae berkata:

    Ini baru review & solusi yg juozzzz

  2. Fajar berkata:

    Mantab aplikasinya semoga menjadi solusi masalah selama ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *